Misar Bachtiar dengan kondisi luka dibagian pinggang sebelah kanan akibat penusukan.(Foto/polseksukatani)

Kriminal

Parah Banget, Selain Balas Dendam Dengan Tusuk Security Sekolah di Sukaraya, Bekasi, Pelaku Juga Dikenal Meresahkan Warga Sekitar

Minggu 10 Okt 2021, 16:02 WIB

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Misar Bachtiar seorang pria paruh baya berusia (47) yang juga merupakan penjaga sekolah atau security menjadi korban penusukan oleh mantan murid di tempat ia bekerja yaitu SMK Bina Mekar Murni, pada Rabu (07/10/2021) lalu.

Adapun tersangka yaitu A masih berusia 17 tahun, dan diketahui pernah belajar di sekolah tersebut.

Pelaku penusukan security sekolah di Sukaraya Bekasi juga dikenal meresahkan warga sekitar.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Sukatani, Iptu Witrionaldi, bahwa tersangka memang memiliki dendam kepada korban.

"Motif tersangka melakukan penusukan karena dendam, diketahui si anak ini ditegur merokok saat masih bersekolah di SMK (Bina Mekar Murni)," ungkap Iptu Witrionaldi kepada Poskota.co.id, Minggu (10/10/2021) 

Lanjut Iptu Witrionaldi, tersangka memang terkenal oleh warga sekitar sebagai anak remaja yang meresahkan.

"Ya dari keterangan saksi saksi warga yang lainnya, si anak ini (tersangka A) meski masih berusia remaja tapi sering meresahkan warga sekitar, bisa dibilang broken home lah," sambungnya

Namun Iptu Witrionaldi tak menerangkan secara rinci kenakalan apa saja yang pernah dilakukan oleh tersangka.

Bayong (50), salah satu warga sekitar juga mengatakan hal yang demikian, bahwa anak tersebut terbilang nakal.

Bahkan sempat tersiar kabar bahwa tersangka A pernah memecahkan botol ke kepala remaja lainnya.

"Ya anak ini dikenal memang nakal juga, sempat juga dengar kabar bahwa tersangka pernah mecahin botol ke kepala remaja lainnya, tapi saya lupa kejadian nya kapan,"ungkap Bayong, Sabtu (09/10/2021) 

Sementara itu salah satu keponakan korban EP (34) juga mengatakan hal yang sama, bahwa ia sempat mendengar bahwa tersangka ini kerap berulah dan meresahkan warga dan remaja lainnya.

"Saya gak tau persis seperti apa, dapat informasi bahwa anak ini mungkin broken home, karena ibunya berada di Arab Saudi (TKW) dan ayahnya berada di Tanjung Priok (Jakarta). Saya dengar, katanya tersangka sempat memecahkan botol gitu ke kepala remaja lainnya," papar EP saat ditemui di kediamannya di kampung Rawa Keladi, Sukamurni, Sukaraya Kabupaten Bekasi, Sabtu (09/10/2021) lalu.

Dikatakan juga oleh EP, hingga kini korban Misar Bachtiar masih berada di rumah sakit Cibitung Medika untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

"Hingga kini, yang bersangkutan korban pak Misar Bachtiar masih berada dirumah sakit," singkatnya saat dihubungi, Minggu (10/10/2021) sore.

Sebelumnya diketahui, pada Kamis, (30/09/2021) lalu, tersangka sempat mendatangi ke sekolah lamanya untuk bertemu dengan teman temannya, disaat itu pula tersangka A membagikan rokok kepada teman temannya.

Korban yang merupakan penjaga sekolah, yang melihat hal tersebut, mendatanginya dan menegur tersangka agar tidak membagikan rokok kepada siswa sekolah ditempat ia bekerja.

Satu pekan kemudian, Misar yang juga merupakan seorang tukang ojek pangkalan (Opang) melihat pelaku berada di pangkalan ojek tempat ia sering menunggu penumpang (persimpangan jalan).

Disaat itu pula tersangka yang sedang berboncengan bersama temannya, mendekati Misar sambil memegang senjata tajam.

 

Video Diiming-imingi Jadi PNS, Piluhan Warga Lebak Tertipu Puluhan Juta Rupiah. (youtube/poskota tv)

Dengan tiba tiba pelaku menusuk celurit tersebut kebagian pinggang sebelah kanan korban, dan tersangka melarikan diri. 

Diketahui, Korban Misar Bachtiar mendapati luka tusukan dibagian pinggang sebelah kanan oleh tersangka A yang masih berusia 17 tahun, dimana kejadian penusukan tersebut terjadi pada pukul 15.00 wib.

Atas insiden tersebut, pelaku telah diamankan pihak Polsek Sukatani, kini dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (ihsan fahmi)

Tags:
korban-penusukanpenjaga sekolah korban penusukanbekas siswa tusuk penjaga sekolahpenyebab penjaga sekolah ditusuknasib penjaga sekolah korban penusukan

Administrator

Reporter

Administrator

Editor